Cynefin Framework Last updated: 2024-07-20 09:27:44

Pengambilan Keputusan 2531 views 12 downloads

Pahami situasi yang berbeda untuk memilih respon yang sesuai.

Pendahuluan

Situasi yang berbeda biasanya membutuhkan respon yang berbeda pula. Kerangka kerja Cynefin (diucapkan - "kuh-nev-in") dapat membantu Anda memahami situasi di depan Anda dan membuat keputusan yang sesuai untuk jenis situasi yang Anda hadapi. Alat ini dikembangkan oleh Dave Snowden pada tahun 1999. Cynefin Framework adalah sebuah kerangka pemikiran yang dikembangkan untuk membantu individu dan organisasi memahami konteks yang kompleks. Konsep "cynefin" sendiri berasal dari bahasa Wales yang berarti "tempat tinggal" atau "keberadaan". Kerangka pemikiran ini terdiri dari lima domain: obvious, complicated, complex, chaotic, dan disorder.

Cara Menggunakan

Cynefin Framework digunakan dengan mengidentifikasi domain yang relevan dengan situasi yang dihadapi. Setiap domain memiliki karakteristik dan pendekatan yang berbeda dalam mengatasi masalah. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai masing-masing domain.

  • Obvious: Masalah yang jelas dan sederhana. Solusi dapat diimplementasikan dengan mudah dengan menggunakan best practice.
  • Complicated: Masalah yang kompleks dan memerlukan pengetahuan dan keahlian khusus. Solusi dapat ditemukan dengan menggunakan good practice dan menggabungkan pengalaman dan pengetahuan yang relevan.
  • Complex: Masalah yang kompleks dan tidak dapat diprediksi. Solusi dapat ditemukan dengan menggunakan emergent practice, yaitu dengan mencoba-coba dan belajar dari hasil yang dihasilkan.
  • Chaotic: Masalah yang sangat tidak terprediksi dan mengancam keberadaan. Solusi yang paling tepat adalah dengan menggunakan novel practice, yaitu dengan menciptakan sesuatu yang baru untuk mengatasi situasi tersebut.
  • Disorder: Masalah yang tidak dapat diidentifikasi atau tidak dapat diatasi dengan menggunakan kerangka pemikiran yang ada. Tindakan pertama yang harus dilakukan adalah memperjelas situasi yang dihadapi dan menentukan domain yang relevan.

Cynefin Framework pada dasarnya mengidentifikasi masalah berdasarkan hubungan antara PENYEBAB dan AKIBAT. Masalah adalah akibat, maka berdasarkan hubungan dengan akar masalahnya/penyebab, berikut adalah 4 jenis permasalahan berdasarkan Cynefin Framework. Kerangka kerja mengidentifikasi lima domain dan mengkategorikan masalah atau situasi menjadi: Simple (Obvious), Complicated (Rumit), Complex (kompleks), Chaos (kacau).

Idenya adalah untuk mengidentifikasi domain Anda dan memilih tindakan yang sesuai berdasarkan karakteristiknya. Jadi, mari kita lihat setiap domain secara mendetail.

Dan Snowden (2014). Sejak tahun 2014 Snowden menyebut domain simple menjadi obvious, dan menggunakan terminologi clear.

1. Sederhana / Simple (Sebab)

Juga dikenal sebagai terang atau sederhana, yang merupakan domain praktik terbaik. Problem ini didefinisikan sebagai problem yang hubungan antara penyebab dan akibatnya sangat jelas dan erat. Karena jelasnya, sehingga semua orang juga tahu. Di sinilah masalah dikenal dan didefinisikan dengan jelas, hubungan sebab-akibat menjadi jelas dan situasinya stabil. Banyak situasi dan masalah yang berorientasi pada proses termasuk di dalam domain ini, yaitu domain dari "yang diketahui".

Dalam situasi ini, solusi biasanya jelas dan tidak membutuhkan banyak keahlian.

Pendekatan yang tepat adalah merasakan-mengkategorikan-merespon (Sense->Categorize->Respond): memahami situasi (sense), mengkategorikannya, kemudian merespon dengan menerapkan solusi praktik terbaik.

Dengan adanya kategori atau kelompok penyebab/akar masalah yang sudah jelas tersebut, maka untuk jenis problem yang simple sudah ada sekumpulan BEST PRACTICES. Apa yang berlaku efektif di tempat lain, bisa dipakai juga di sini. 

2. Rumit / Complicated (Sebab)

Pada bagian ini, mungkin ada beberapa jawaban benar tetapi tidak langsung terlihat. Domain ini adalah "yang diketahui yang tidak diketahui" - ketika suatu pertanyaan sudah jelas mengarah pada solusi tertentu tetapi butuh kerja keras untuk menjawabnya.

Itulah mengapa pendekatan terbaik adalah dengan menganalisis perasaan (Sense->Analyze->Respond). Karena analisis diperlukan, situasi di sini biasanya memerlukan pengetahuan ahli. Para ahli harus menilai situasi, menyelidiki kemungkinan opsi dan memilih tindakan yang diperlukan. Untuk problem jenis ini, kita memiliki sekumpulan GOOD PRACTICES. Kita bisa melihat contoh-contoh yang digunakan orang lain, atau kita bisa mengikuti tutorial/knowledge base, kemungkinan besar penyebabnya dapat diketahui.

3. Kompleks / Complex (Sebab)

Problem jenis ini didefinisikan sebagai problem yang hubungan antara penyebab dan akibatnya tidak jelas. Sehingga untuk mengatasinya membutuhkan perenungan, kontemplasi, bertapa, mencari petunjuk, meminta pencerahan. Sumber pengetahuan mungkin tersedia tapi sangat terbatas. Pada domain ini, terdapat istilah "tidak mengetahui apa yang tidak diketahui". Situasi tersebut tidak dapat dipahami dengan analisis karena kita belum cukup mengetahuinya. Tidak jelas apa yang perlu dijawab sejak awal.

Jadi pendekatan yang tepat adalah bereksperimen dulu (trial and error), pelajari masalahnya. Kemudian rasakan apa yang Anda hadapi dan tanggapi dengan tepat. Tujuannya harus cukup dimahami sehingga masalah atau situasi berpindah ke domain rumit yang lebih mudah untuk ditangani (Probe->Sense->Respond).

4. Kacau / Chaos (Sebab)

Problem jenis ini didefinisikan sebagai problem yang tidak memiliki hubungan antara penyebab dan akibat. Sehingga untuk mengatasinya bukan dengan berpikir atau kontemplasi. Tapi langsung bertindak tanpa banyak berpikir. Ketika segala sesuatunya tidak terkendali, situasinya jatuh ke dalam domain yang kacau balau. Saat itulah hubungan sebab dan akibat tidak jelas. Di sini perlu tindakan pertama untuk membangun stabilitas, untuk mengatasi situasi, kemudian menilai situasinya dan bekerja untuk menertibkan dan memindahkannya ke dalam domain yang kompleks. Bertindak - merasakan - merespon (Act->Sense->Respond).

Domain kacau juga memberikan kesempatan dalam mencoba solusi baru karena orang mungkin lebih terbuka dalam konteks ini.

5. Gangguan atau Masalah / Disorder (Akibat)

Jika Anda tidak tahu di mana Anda berdiri, Anda berada dalam domain gangguan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi domain yang tepat dengan cepat dan bergerak maju dari sana. Akan sangat membantu untuk memecah masalah atau situasi menjadi beberapa bagian dan menetapkan masing-masing ke domain tertentu.

Contoh Kasus

  • Contoh Simple/Obvious: Handphone menjadi rusak setelah dpakai 2 hari terus menerus. Problem yang sudah umum terjadi atas kerusakan ini yaitu tidak bisa melakukan panggilan telepon, tidak ada dial tone, dsb.
  • Contoh Complicated: Koneksi internet Anda lambat ke situs-situs tertentu saja. Aplikasi Anda mengalami connection timeout. Estimasi waktu untuk problem jenis ini agak sukar dikalkulasi. Kita hanya bisa melakukan estimasi berdasarkan waktu maksimum yang pernah kita lakukan sebelumnya. 
  • Contoh Complex: Membuat software baru. Mendesain pesawat. Menjalankan bisnis. Melakukan Riset. Estimasi waktu untuk problem jenis ini sangat sulit dikalkulasi. Kita tidak bisa mengira-ngira kapan problem tersebut akan berhasil diatasi. Kalau berhasil, ya kita kabari. When it's done, it's done. Tapi kalau tidak berhasil, ya harus dicoba lagi.
  • Contoh Chaos: Server crash, database corrupt, disk failed, kebakaran, kerusuhan, mendirikan bisnis baru, penyerbuan, peperangan. Estimasi waktunya juga tidak akan bisa diukur.

Yang terbaik adalah membiasakan diri dengan setiap domain dan mempelajari ketika karakteristik masalah / situasi berlaku untuk domain tertentu. Anda dapat memulai dengan sumber berikut.

Berikut sekumpulan pertanyaan yang juga dapat mengarahkan Anda ke domain yang tepat:

  • Tahukah Anda apa yang menyebabkan situasi tersebut?
  • Apakah situasinya terkendali?
  • Seberapa banyak yang Anda ketahui?
  • Apakah pemecahannya membutuhkan pengetahuan ahli?

Praktik

Ide utama dari kerangka kerja Cynefin adalah bahwa berbagai jenis situasi atau masalah memerlukan jenis respon yang berbeda pula. Anda harus mengidentifikasi situasi seperti apa yang Anda hadapi dan dengan bantuan kerangka kerja ini pilih respons yang sesuai. Berikut adalah beberapa praktik yang dapat membantu dalam menggunakan Cynefin Framework:

  • Membuat peta konteks untuk memahami situasi yang dihadapi dengan lebih baik.
  • Mengidentifikasi domain yang relevan dengan situasi yang dihadapi.
  • Menggunakan pendekatan yang tepat dalam mengatasi masalah berdasarkan domain yang relevan.
  • Melakukan iterasi dan belajar dari hasil yang dihasilkan dalam mencari solusi yang tepat.

Daftar Pustaka

Snowden, D. J., & Boone, M. E. (2007). A leader's framework for decision making. Harvard Business Review.

"Understanding the Cynefin framework" dalam Everyday Kanban

"Cynefin framework" dalam Wikipedia

"Cynefin framework template" dalam Miro

Cynefin Framework Template

Unduh Dokumen (PDF) Ms. Visio & Notion Format (Subscribe now)

Temukan Model Lainnya

SWOT Analysis

Pengambilan Keputusan
Memahami dan Menggunakan Framework Untuk Pengambilan Keputusan yang Efektif

Second-order Thinking

Pengambilan Keputusan
Pertimbangkan konsekuensi jangka panjang dari keputusan Anda.

Hard choice model

Pengambilan Keputusan
Pahami dengan baik jenis keputusan yang Anda buat.